Lirik lagu ‘Setetes Air Hina’ menceritakan tentang kesombongan seseorang yang memandang orang lain sebelah mata.
Jangan sombong, bisa jadi apa yang kau lakukan tak lebih dari setetes air di tengah lautan. Kehadiranmu bagaikan mata air yang menyejukkan. Manusia harus fleksibel menyesuaikan keadaan, sama seperti air yang mengikuti bentuk wadahnya. Jangan macam-macam dengan air, itu bisa membantumu namun juga bisa membunuhmu.
Air tak bisa terlepas dari masalah sanitasi lingkungan. Air merupakan suatu kebutuhan dalam kehidupan yang dalam perjalanannya dari sumber sampai pada hajat manusia, banyak proses terjadi di sana. Baik itu pencemaran maupun terikutnya berbagai jenis kehidupan lain yaitu jasad renik yang terkandung dalam air tawar.
Dikisahkan pada suatu hari, tinggalah sebuah keluarga yang harmonis namun serba kekurangan. Keluarga yang tinggal di desa terpencil nan jauh dari kota
Tetes air mata berarti. . SAat ibu meratapi buah hati. Akal pikiran yang telah tertutupi racun dunia yg mengukiri hati. Sakit bila aku mengingat kembali dosa-dosa yg telah tercipta di kemarin hari. Ibu pelita hati telah pergi meninggal kan dunia ini. Di depan mata ini di depan muka ini. .di dEPan jiwa kotor ini.. Kenapa aku tercipta begini.
Jika dunia kami yang dulu kosong tak pernah kau isi Mungkin hanya ada warna hampa, gelap tak bisa apa-apa, tak bisa kemana-mana. Tapi kini dunia kami penuh warna Dengan goresan garis-garis, juga kata Yang dulu hanya jadi mimpi. Kini mulai terlihat bukan lagi mimpi Itu karena kau yang mengajarkan Tentang mana warna yang indah Tentang garis yang
Tahun Judul Sutradara Ko-Produksi Catatan Ref. 1990-an 1994 Kabut Asmara: Torro Margens 2000-an 2004 Petualangan 100 Jam: Winaldha E Melalatoa Satu Kecupan
Maka hanya ada satu pendapat, yaitu bahwa air tersebut tetap suci. Ibnu Munzir mengatakan, “Mereka bersepakat (ijmak) bahwa air yang banyak, baik di sungai Nil atau di laut dan semacamnya, kalau najis jatuh ke dalamnya namun tidak merubah warna, rasa maupun baunya, maka air tersebut tetap seperti semula, boleh digunakan untuk bersuci.” (Al
Pembuktian keniscayaan kiamat pada ayat ini ditekankan pada hikmahnya. Manusia yang durhaka menduga bahwa hidup hanya di dunia setelah itu selesai. Ayat ini mengecam hal tersebut. Apakah manusia mengira, dia akan dibiarkan begitu saja tanpa pertanggungjawaban'37-40. Kalau manusia menduga seperti itu, sungguh itu adalah dugaan yang keliru.
"Dakwah Menegakkan Agama Islam"FOLLOW & LIKE OUR SOCIAL MEDIAFB : Road To JannahIG : @roadtojannah_officialYt : Road To Jannah ChannelContact Person : 0